Selama ini banyak yang beranggapan bahwa bahwa pemimpin redaksi majalah Vogue Amerika, Anna Wintour adalah orang paling berpengaruh dalam dunia mode. Bahkan karakter Miranda Priestly yang tegas danbossy dalam film ‘The Devil Wears Prada’ disebut-sebut mengambil inspirasi dari Anna Wintour.

Namun kenyataanya, Wintour bukanlah orang yang paling berpengaruh. Hal itu dapat diketahui dalam daftar tahunan ‘The Worlds 100 Most Powerful Women’ yang dirilis oleh majalah Forbes. Lalu, siapa yang paling berpengaruh? Ia adalah desainer dan presiden CFDA, Diane Von Furstenberg yang berada dalam peringkat ke 33.

Wintour sendiri berada dalam urutan ke 51, Miuccia Prada pada urutan ke 67 dan Gisele Bundchen pada peringkat 83. Mengapa Forbes menilai bahwa Furstenberg lebih‘powerful‘ ketimbang Wintour? Alasanya ada pada prestasi serta jabatan Furstenberg.

Menurut Forbes, Furstenberg telah memiliki beberapa pencapaian termasuk empat kali menjabat sebagai presiden CFDA (Council of Fashion Designers of America). Ditulis bahwa Furstenberg ‘memegang kekuasaan sebagai presiden dari asosiasi perdagangan terhadap lebih dari 350 desainer ternama’. Furstenberg juga diketahui memiliki pendapatan lebih dari US$ 200 juta.

Tetapi anehnya, Forbes secara gamblang menulis bahwa Anna Wintour sebagai wanita paling berkuasa dalam dunia mode. Prestasi terbaru Wintour adalah ‘terjun’ ke dunia politik dengan ikut mendanai kampanye Presiden Obama serta jangkauan majalah Vogue yang luas yang mencapai 11,4 juta eksemplar dan pembaca online sebanyak 1,2 juta orang.

Desainer asal Italia Roberto Cavalli mengemukakan pendapatnya seputar fashion di Amerika dan menyebut Anna Wintour sebagai diktator.

Tak hanya dikenal sebagai perancang busana mewah, Cavalli juga memiliki opini keras terhadap fashion Amerika. Dalam wawancara dengan situs desain ItaliaD. La Reppublica, Cavalli ditanya mengenai saran yang akan dia berikan kepada kaum muda.

Dia lalu menjelaskan bahwa dirinya datang dari keluarga sederhana dan tidak berhasil di sekolah. Jadi dia berusaha menciptakan pekerjaan sendiri dengan ambisi memiliki sebuah mobil. Cavalli bahkan sempat memberi saran untuk anak-anak muda untuk tidak belajar di sekolah desain jika ingin jadi perancang.

Saya melihat anak muda yang keluar dari sekolah desain, terlalu minimalis. Mungkin karena profesor mereka sangat minimalis dan hanya mengikuti gaya desain yang terlalu industrial dan komersial, kata Cavalli seperti dikutipFashionista.

Cavalli justru menyarankan untuk para desainer muda untuk berani beda dan coba ciptakan gaya fashion yang artistik. Sehingga rancangan mereka bisa dibentuk, diubah, serta dimodifikasi untuk menjadi busana yang bisa dipakai siapa saja.

Dalam wawancara itu pula Cavalli mengatakan bahwa fashion Amerika sebenarnya bukan fashion, karena lebih banyak mengacu pada Anna Wintour.

Anna adalah pemimpin redaksi majalah Vogue yang sangat disegani di dunia fashion. Pendapatnya tak hanya bisa menentukan tren fashion yang akan datang, tapi juga karir seorang desainer.

Lihat saja fashion di Amerika yang menurut saya hampir bisa dikatakan fashion. Sangat buruk, tapi itu semua telah disetir oleh jurnalis hebat Anna Wintour yang menginginkan semua orang terlihat dan berpakaian seperti dia, jelasnya lagi.

Pendapat Cavalli tersebut seperti membuat Anna terlihat seperti diktator di dunia fashion. Walaupun ada benarnya juga, pernyataan itu agaknya terlalu beresiko jika Cavalli masih ingin rancangannya ditampilkan di majalah Vogue.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?